Sebuah Keinginan



     Muhammad Rizqi Dwi Prasetyo, ya itulah identitas yang diberikan orang tua kepada saya. Tidak ada yang buruk menjadi anak kedua dari 3 bersaudara yang beranggotakan laki-laki semua, ya walaupun sering mendapatkan masalah mengenai apa yang tidak kita perbuat. Saya dilahirkan dari keluarga yang alhamdulillah bisa mendukung saya menjadi seorang mahasiswa. Kedua orang tua saya memiliki gelar sarjana, hal itu berdampak supaya saya dan kedua saudara saya untuk bisa melebihi apa yang sudah orang tua saya capai.
          
     Sewaktu kecil saya mempunyai cita-cita yang mana anak-anak lain juga pasti menginginkannya, ya betul menjadi dokter . Dokter dimata anak kecil itu bagaikan manusia super yang membasmi kejahatan untuk melindungi penduduk bumi. Sehingga membuat anak kecil berkeinginan menyembuhkan penyakit dari para pasiennya supaya dapat menyelamatkan nyawa penduduk bumi. Tentunya selain kerjaannya yang membutuhkan senjata atau yang bisa disebut juga sebagai alat medis seperti stetoskop saja sudah mendapatkan banyak uang.
          
      Cita-cita itu bisa dibilang bertahan sampai saya memakai seragam putih biru. Semenjak mengenal pelajaran biologi di SMA, cita-cita saya berubah 180 derajat bahkan 360 derajat menjadi anti-dokter. Bayangkan saja saya harus menghafal nama-nama latin yang sangat sulit untuk dibaca dan diucapkan, it’s impossible for me. Kenapa bisa dibilang impossible? Karena untuk menghafal nama jalan maupun nama tempat bahkan nama orang saja sudah membuat saya pusing.
        
      Semenjak itu, saya mulai memilih cita-cita berdasarkan cocok atau tidaknya dengan saya, bisa dibilang cita-cita yang memang sesuai dengan gaya saya. Bukan seperti anak kecil yang hanya dapat menyebutkan cita-citanya tanpa pengetahuan dan gambaran yang luas. Saya terus mencari pekerjaan seperti apa yang cocok dengan saya. Dan pada akhirnya saya tertarik mengenai pekerjaan yang berhubungan dengan minyak maupun sumber daya alam yang berada dalam bumi kita ini.
          
    Pekerjaannya yang dapat turun langsung kedalam kegiatan pengambilan dan pengolahan SDA, serta pendapatan yang bisa dibilang lebih dari cukup membuat saya semakin tertarik mengenai pekerjaan tersebut. Dari situ saya mulai mencari informasi mengenai perusahaan mana saja yang berada dalam dunia migas dan apa saja yang dilakukan dalam dead linenya. Dengan cara sharing sesama teman, saya sudah mendapatkan informasi yang cukup terhadap pekerjaan yang saya minati ini.
          
   Ketertarikan saya terhadap bidang pekerjaan tersebut membuat saya memilih melanjutkan pendidikan di universitas negeri maupun swasta yang dapat memfasilitasi atau memiliki jurusan yang berhubungan dengan migas. Akhirnya saya memutuskan untuk memilih jurusan yang saya rasa sesuai dengan pekerjaan seperti apa yang saya inginkan. Teknik geologi dan teknik perminyakan merupakan jurusan yang saya harapkan.
          
     Tetapi ditahun ini saya gagal masuk kedalam perguruan tinggi yang mempunyai jurusan yang saya minati tersebut. Akhirnya, saya masuk ke salah satu universitas dan jurusan yang sama sekali tidak pernah terlintas di benak saya ini. Sebelumnya saya daftar di perguruan tinggi ini untuk menghadapi situasi dimana saya tidak lolos pada perguruan tinggi dan jurusan yang saya inginkan. Di universitas ini saya memilih jurusan teknik industri, dikarenakan tidak adanya jurusan yang berhubungan dengan migas dan menurut saya jurusan ini adalah jurusan yang paling umum diantara jurusan yang lainnya.
         
     Saya juga melakukan seperti apa yang saya lakukan ketika saya tertarik dengan dunia migas. Saya selalu mencari informasi mengenai penjelasan umum teknik industri dan pekerjaan apa yang sesuai dengan jurusan tersebut. Saya selalu yakin bahwa tidak ada jurusan atau bidang studi yang tidak bermanfaat di dunia pekerjaan dan suatu bidang studi tidak dapat menentukan nasib kita di dunia pekerjaan. Yang menentukan itu hanyalah minat dan kualitas individunya. Oleh karena itu, saya berharap saya dapat menguasai bidang saya yang sekarang ini dengan maksimal dan selalu melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk masa depan saya. Walaupun tahun depan saya akan mencoba sekali lagi mengikuti tes ujian masuk unviersitas dan jurusan yang saya inginkan. 
Hahahahaha

1 komentar:

  1. Semangat terus dan gapailah cita-cita sesuai dengan wawasan pengetahuan yg kita miliki :)) Keep Spirit ;) semua itu pasti ada hikmahnya A :D

    BalasHapus