Semua orang pasti mengenal teh, minuman ini seperti sudah menjadi menu minuman wajib bagi setiap warung, kafe, atau restaurant manapun. Jika kita perhatikan setiap tempat menjual makanan seperti warung kaki lima hingga restaurant ternama pasti memiliki menu teh dalam daftar menu minumannya.
Berbagai
teh telah dikenal khasiatnya dapat menyehatkan tubuh karena kandungan
antioksidan yang baik untuk pembuluh darah. Namun minum sebaiknya jangan
dekat-dekat waktu makan, apalagi bila dibarengi dengan makan. Karena teh dapat
menghambat penyerapan zat besi, sehingga teh disebut sebagai inhibitor.
Pengurangan daya serap zat besi itu diakibatkan oleh zat tanin dalam teh. Selain mengandung tanin, teh juga mengandung kafein, polifenol, albumin, dan vitamin. Tanin bisa mempengaruhi penyerapan zat besi dari makanan terutama yang masuk kategori heme non-iron, misalnya padi-padian, sayur-mayur, dan kacang-kacangan.
Selain sebagai inhibitor, teh juga mempunyai bahaya lainnya untuk kesehatan, seperti :
- - Nyeri
pada tulang dan gigi
Karena dapat membuat darah memiliki
kandungan fluoride yang tinggi.
- - Terkena
resiko anemia
Kandungan kafein, fluorin, dan
tannin pada teh diketahui menghambat penyerapan zat besi yang berasal dari
makanan, sehingga bukan tidak mungkin penderita akan mengalami anemia.
- - Osteoporosis
Dapat membuat kalsium yang diserap
ikut terbuang melalui urin.
- - Diare
Konsumsi teh justru akan membuat
feses menjadi lebih encer.
- -
Resiko
batu ginjal
Teh memiliki kandungan zat oxalate
yang merupakan penyebab utama pembentukan batu ginjal.
- - Resiko
keguguran bagi ibu hamil
Komposisi teh yang mengandung kafein
dapat merangsang kontraksi pada rahim. Akibatnya, untuk ibu hamil di usia muda
akan membuat kandungannya berpotensi mengalami keguguran.
- - Resiko
kanker
Pertumbuhan sel kanker ini bisa
disebabkan oleh jenis teh tertentu seperti teh celup. Pembuatan teh celup
menggunakan serbuk teh yang dibungkus dalam kertas yang dibuat dari senyawa
chlorine. Proses peneyeduhan kertas chlorine pada air panas akan membuat
senyawa pada kertas ikut larut di dalam air teh yang diseduh. Jika tetap
dibiarkan dalam waktu sampai 5 menit maka akan sangat berbahaya, yang artinya
kandungan klorin tercampur pada air teh. Akibatnya, kandungan klorin yang
terlalu banyak di dalam tubuh di curigai akan menstimulus pertumbuhan sel
kanker di dalam tubuh.
- -
Resiko
jantung
Kadar kafein dalam teh akan membuat
jantung berdetak lebih cepat, dikarenakan tekanan darah yang meningkat.
- -
Dehidrasi
Sifat diuretik pada daun teh yang
sudah dikeringkan yang justru akan menyebabkan dehidrasi.
- -
Mengurangi
nafsu makan
Saat teh masuk ke dalam organ
pencernaan akan membuat selaput lendir menurun yang akibatnya akan mengganggu
proses penyerapan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar